Perencanaan Usaha Makanan Internasional


  


Perencanaan Usaha Makanan Internasional


Tugas Makalah Prakarya


Disusun oleh : Kelompok 1












A.Perencanaan
Usaha Makanan Internasional


1.Ide
dan Peluang Usaha Makanan Internasional


Di era globalisasi ini interaksi manusia antar negara menjadi
semakin tinggi.Banyak warga negara asing yang keluar masuk ke suatu negara.
Dalam kegiatannya tersebut, tentu saja orang membutuhkan makan untuk hidup.
Bagi warga negara asing yang hidup di negara lain tentu saja merindukan masakan
khas negaranya untuk bisa menikmati di tempat tinggal mereka saat ini. Demikian
juga penduduk aslinya.Mereka juga memiliki rasa ingin tahu yang besar untuk
dapat menikmati masakan dari negara lain. Hal ini membuka peluang usaha yang
potensial untuk membuka usaha makanan internasional. Jika seseorang memiliki
keahlian memasak dengan standar internasional yang bisa diterima semua orang,
maka peluang usaha terbuka lebar untuknya.
Semua orang butuh makan.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut,membuka warung makan atau restoran
atau rumah makan menjadi sebuah pilihan bisnis yang sangat baik dan dapat
menjadi bisnis yang abadi atau evergreen.Dengan dibukanya Indonesia menjadi
salah satu daerah tujuan wisata, tentu saja banyak turis-turis mancanegara yang
berkunjung dan ingin makan makanan yang berasal dari negaranya. Jika dicermati
dengan baik, hal ini menjadi peluang yang sangat baik untuk berwirausaha
makanan internsional.





Banyaknya jenis makanan internasional tentu saja akan membuat wirausahaan pemula akan bingung untuk menentukan jenis makanan yang akan dibuat. Sebelum memulai usaha makanan internasional, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :


a. Tentukan
jenis makanan internasional yang akan dibuat


Menentukan
jenis makanan internasional dapat dilihat dari banyaknya asal negara turis yang
datang berkunjung. Selain itu, perlu juga dilihat ketersediaan bahan makanan di
lingkungan sekitar. Sehingga dapat diketahui jenis makanan yang dibuat sesuai
dengan keinginan pasar dan bahan baku pun mudah untuk didapat.


b.Mengolah
makanan dengan tepat


Cita rasa
yang lezat menjadi salah satu faktor penentu suksesnya bisnis kuliner. Oleh
karena itu, penting untuk mengetahui cara mengolah makanan dengan tepat.
Pelajarilah cara mengolah makanan dari negara asal, sehingga diperoleh cita
rasa yang hampir mirip dengan negara asalnya.


c.Gunakan
bumbu yang tepat


Ada
beberapa jenis makanan internasional yang menggunakan bumbu asli dari negara
asal. Jika memungkinkan gunakan bumbu yang asli.Namun jika tidak memungkinkan
gantilah dengan menggunakan bumbu sejenis yang ada di lingkungan sekitar. Kita
juga melakukan kreasi menggunakan bumbu yang disesuaikan dengan selera
masyarakat sekitar. Inovasi dalam mengolah bumbu-bumbu makanan internasional
harus selalu dilakukan sehingga makanan yang dibuat memiliki cita rasa yang
nikmat dan disukai pasaran.


d.Carilah
lokasi yang tepat


Dalam
memilih lokasi usaha, pilihlah lokasi usaha yang strategis yang mempermudah
calon pembeli datang ke warung makan atau restoran.Usahakan lokasi tempat usaha
terlihat dengan jelas, mudah untuk dicapai dengan transportasi umum dan
memiliki lokasi parkir yang memadai.


e.Tentukan
harga yg bersaing


Ketika
memulai usaha, sebaiknya tidak mamasang tarif yang terlalu mahal.Berikan harga
promo di minggu-minggu atau bulan-bulan awal sehingga akan banyak pengunjung
untuk datang ke warung yang baru dibuka.


f.Berikan
pelayanan prima


Berikan
pelayanan yang berkualitas baik, misalnya melayani dengan


cepat,
cekatan, dan ramah. Hal ini akan membuat pelanggan merasa puas dan akan selalu
ingat. Sehingga mereka akan dengan senang hati selalu dating ke
warung/restoran. Kenalilah pelanggan tetap agar mereka merasa senang karena
diperhatikan.


g.Konsisten
dalam pelayanan


Buka
dan tutuplah warung dengan jadwal yang tetap. Jika ada perubahan


jadwal
berilah pemberitahuan sebelumnya, sehingga pelanggan tidak merasa kecewa karena
datang ke warung yang tutup. Selain itu berikan harga yang tetap.Jika ada
kenaikan harga bahan makanan dapat disiasati dengan memberikan makanan dengan
porsi yang sedikit diperkecil.Konsistensi dalam kualitas melayani pelanggan,
menjaga kebersihan, dan menjaga kualitas rasa sangat dibutuhkan dalam usaha
makanan Internasional yang baru dibuka sehingga disenangi pembeli.





2.Sumber
Daya yang Dibutuhkan Dalam Usaha Makanan Internasional


Suatu produksi tidak akan berjalan tanpa adanya faktor-faktor
produksi atau sumber daya ekonomi. Faktor produksi adalah setiap benda atau
jasa yang digunakan untuk menciptakan, menghasilkan, atau meningkatkan nilai
guna suatu barang atau jasa. Faktor faktor produksi merupakan sumber daya
ekonomi yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi
dibedakan menjadi empat macam yaitu faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan
kewirausahaan. Keempat factor tersebut dikelompokan menjadi dua yaitu faktor
produksi asli dan faktor produksi turunan. Faktor produksi alam dan tenaga
kerja termasuk faktor produksi asli. Faktor produksi modal dan kewirausahaan
termasuk faktor produksi turunan.Dalam melaksanakan wirausaha makanan
internasional sumber daya yang dibutuhkan diantaranya :





a. Faktor
Produksi Alam


Faktor
produksi alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam yang


dapat
dimanfaatkan manusia untuk melaksanakan produksi. Faktor produksi


alam
yang digunakan untuk usaha makanan internasional adalah:


1)    Air. dapat
digunakan untuk mencuci alat dan bahan makanan,


memasak,
dan minum.


2)
Tanah. Dapat digunakan sebagai lokasi usaha.


3)
Iklim dan udara, sangat berpengaruh pada usaha makanan. Misalnya


untuk
daerah dingin, buatlah makanan yang dapat menghangatkan tubuh.


4)
Tumbuh-tumbuhan dan hewan, merupakan faktor produksi utama dalam usaha makanan
internasional. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan dapat digunakan sebagai bahan
makanan internasional. Selain itu, hewan juga dapat digunakan untuk mengangkut
bahan makanan.





b. Faktor
Produksi Tenaga Kerja


Faktor
produksi tenaga kerja adalah segala kemampuan yang dimiliki


manusia,
baik jasmani maupun rohani yang digunakan dalam proses


produksi.
Faktor produksi tenaga kerja yang digunakan pada usaha makanan internasional
adalah :


1) Tenaga Kerja Jasmani.


Tenaga
kerja jasmani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan


kekuatan
fisik berupa keterampilan dan merupakan tenaga kerja


pelaksana.
Tenaga kerja jasmani dapat dibagi berdasarkan pendidikan


dan
latihan yang dimiliki tenaga kerja, yang dapat dibedakan menjadi


tiga
macam, yaitu :


a)
Tenaga kerja terdidik (skilled labour)
adalah tenaga kerja yang


memerlukan
pendidikan khusus sebelum memasuki dunia kerja


misalnya
chef (ahli masak).


 b) Tenaga kerja terlatih (trained
labour)
adalah tenaga kerja yang


memerlukan
latihan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja,


misalnya
tukang masak.


c)
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (Unskilled and untrained


labour)
adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan


latihan
keterampilan sebelum memasuki dunia kerja, contohnya


tukang
sapu dan pesuruh.


2) Tenaga kerja rohani


Tenaga
kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan


kemampuan
intelektual dalam melakukan aktivitasnya, contohnya


manager
pemasaran.








c. Faktor
Produksi Modal


Faktor
produksi modal adalah setiap benda atau alat yang digunakan


untuk
menghasilkan barang atau jasa ataupun dapat digunakan dalam proses


produksi.
Faktor produksi modal yang digunakan dalam usaha makanan


internasional
adalah sebagai berikut:


1) Menurut wujudnya, modal
dapat dibedakan menjadi:


a)
Modal barang (capital goods) adalah modal berwujud barang yang


digunakan
untuk proses produksi, seperti bangunan untuk warung/


rumah
makan/restoran, alat memasak, kursi dan meja untuk makan,


bahan
mentah, dan alat-alat kantor.


b)
Modal uang (money capital) adalah daya beli modal yang berbentuk


uang
sebelum diubah menjadi modal barang seperti uang tunai,


simpanan
di bank dan saham.


2) Menurut fungsinya, modal
dibedakan menjadi:


a).Modal
perorangan (privat capital) adalah modal yang menjadi sumber


pendapatan
bagi pemiliknya, seperti tabungan di bank dan hasil usaha


dagang.


b).Modal
masyarakat (social capital) adalah modal yang dipakai dalam


proses
produksi dan berguna bagi masyarakat umum, jalan masuk ke


lokasi
usaha.


3).Menurut sifatnya, modal
dibedakan menjadi:


a).Modal
tetap (fixed capital) adalah barang-barang modal yang dapat


digunakan
beberapa kali proses produksi seperti warung, alat


memasak,
dan kendaraan.


b).Modal
lancar (variable capital) adalah barang -barang atau alat-alat


yang
habis dipakai dalam satu kali proses produksi, seperti bahan


makanan,
kuitansi, daftar menu untuk pemesanan makanan.


4) Menurut bentuknya, modal
dibedakan menjadi:


a)
Modal nyata (konkret) adalah barang modal yang nyata atau berwujud


yang
digunakan dalam proses produksi. Contoh: peralatan memasak


dan
bahan baku.


b)
Modal tidak nyata (abstrak) adalah barang modal yang tidak dapat


dilihat
tetapi dapat menunjang produksi. Contohnya, keahlian dan


kepercayaan
dari orang lain.


5) Menurut sumber modal, modal
dibedakan menjadi:


a).Modal
sendiri adalah modal yang berasal dari kekayaan sendiri.


Contohnya
: tabungan, saham, dana cadangan.


b).Modal
pinjaman adalah modal yang berasal dari pinjaman orang lain/


lembaga
lain yang harus dibayar dengan bunganya.


Contohnya:
hutang bank jangka pendek/jangka panjang, pinjaman


koperasi,
pinjaman dari perusahaan lain.


d.Faktor
Produksi Kewirausahaan


Faktor
produksi kewirausahaan adalah faktor produksi yang perlu dimiliki


oleh
seorang wirausahawan dalam menentukan faktor-faktor produksi.


Faktor
produksi kewirausahaan sangat diperlukan dalam mengendalikan


dan
mengelola usaha makanan internasional. Seorang wirausahawan harus memiliki 3 keahlian
sebagai berikut :


1) Keahlian memimpin
(managerial skill) adalah keahlian yang perlu dimiliki seorang wirausahawan
dalam memimpin usaha makanan internasional.


2) Keahlian teknologi
(technological skill) adalah keahlian yang bersifat teknis ekonomis yang
diperlukan wirausahawan dalam melakukan kegiatan ekonomi terutama dalam
produksi makanan internasional.


3) Keahlian organisasi
(organization skill) adalah keahlian yang perlu


dimiliki
seorang wirausahawan untuk mengatur berbagai usaha dalam


usaha
makanan internasional baik ke dalam maupun ke luar.





Jiwa
kewirausahaan bukan merupakan kemampuan yang sudah jadi,


artinya
seorang wirausahawan membutuhkan proses dan waktu agar jiwa


kewirausahaan
sungguh sungguh tertanam dalam dirinya. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk
membina kewirausahaan adalah:


1)
Membuat program kerja (perencanaan) yang jelas dan tepat.


2)
Mengadakan pengorganisasian (pengaturan) dan pengawasan yang ketat terhadap
faktor-faktor produksi.


3)
Memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai terhadap para


karyawan
agar mereka mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.









3.Perencanaan
Pemasaran Usaha Makanan Internasional


Di era globalisasi ini,masyarakat pada umumnya mempunyai pola
hidup yang sibuk sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan
makanan.Hal ini mengarah pada meningkatnya permintaan untuk makanan baik yang
hamper siap maupun yang siap makan. Selain itu, rasa keingintahuan yang meningkat
terhadap citarasa baru menawarkan peluang untuk masakan daerah dengan citarasa
internasional. Konsumen di beberapa negara semakin lebih terbuka terhadap
masakan internasional. Rasa yang dipadukan dengan masakan daerah semakin
populer. Hal ini membuka peluang yang sangat besar untuk berwirausaha makanan
internasional Langkah awal sebelum memulai sebuah usaha makanan internasional
adalah menentukan segmentasi pasar. Seorang wirausahawan makanan internasional
harus pandai-pandai menciptakan inovasi menu makanan dan minuman yang sesuai
dengan segmen konsumen yang akan dibidik. Bila kurang jeli dengan minat pasar
yang ada, bisa dipastikan produk kuliner yang dijajakan tidak akan berhasil
diterima konsumen





Ada dua faktor utama yang bisa dimanfaatkan untuk menentukan  segmentasi pasar dalam merencanakan pemasaran
makanan internasional yaitu :


1).Lokasi
Usaha


Segmentasi pasar bisa dibedakan berdasarkan lokasi usaha
tersebut berada. Oleh sebab itu, perhatikan kebutuhan dan minat konsumen di
sekitar lokasi usaha agar produk yang ditawarkan sesuai dengan permintaan para
konsumen.  Sebagai contoh, macam menu
yang ditawarkan di kantin sekolah tentu tidak akan sama dengan menu makanan
yang berlokasi di daerah perkantoran.


2).Harga
Jual


Harga jual produk juga menjadi salah satu faktor utama dalam
membedakan segmentasi pasar. Sebagai contoh, harga makanan di lokasi pelajar
tentu lebih murah dari harga yang ditawarkan untuk karyawan. Para pelaku usaha
biasanya membagi target pasar menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok
konsumen  bawah, konsumen menengah, dan
konsumen segmen atas. Strategi pemasaran untuk setiap target pasar tentu saja berbeda.
Konsumen kalangan bawah dapat ditawarkan menu makanan pokok dengan harga jual
yang terjangkau. Sedangkan untuk konsumen menengah, bisa memadukan antara
makanan dan minuman internasional dengan harga jual yang tidak terlalu mahal.
Dan untuk kalangan segmen atas, yang terpenting adalah pelayanan prima dan
kelezatan cita rasa kuliner yang disajikan. Segmen atas biasanya tidak memikirkan
uang yang mereka keluarkan namun yang terpenting adalah kepuasan yang bisa mereka
dapatkan. Dengan menentukan segmentasi pasar sebelum memulai usaha, maka secara
tidak langsung telah memilih fokus usaha yang ingin dioptimalkan untuk
meningkatkan daya saing dan strategi pemasaran yang paling efektif untuk
memulai usaha makanan internasional.








4.Penyusunan
Proposal Makanan Internasional


Dewasa ini jumlah pengangguran semakin meningkat. Salah satu
faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya pengetahuan dan keinginan
masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menjadi peluang bisnis
yang potensial. Padahal sesungguhnya jika sumber daya yang ada di lingkungan
sekitar dimanfaatkan secara maksimal dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang
baru yang secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat ekonomi keluarga dan
masyarakat.Berwirausaha makanan internasional merupakan salah satu upaya yang
dapat dilakukan untuk keluar dari krisis ekonomi tersebut. Banyak jenis makanan
internasional yang bisa dibuat dan memiliki daya jual yang cukup tinggi.
Seseorang yang akan memulai usaha makanan internasional sebaiknya membuat
perencanaan yang disusun dalam sebuah proposal.





Isi proposal meliputi penjelasan tentang :



a.Visi dan misi b.Tujuan kegiatan usaha  c.Maksud kegiatan usaha d.Profil usaha makanan internasional e.Strategi pasar 1) Segmenting Segmenting pasar adalah dengan menjadikan pembeli sebagai
target yang akan di capai, produk yang dibuat adalah produk yang dapat di
nikmati oleh berbagai kalangan dari masyarakat dengan tingkatan berbeda, anak anak
hingga orang dewasa.

2) Targeting Target pasar adalah pada kalangan masyarakat setempat
pengguna produk.

3) Positioning Positioning adalah inovasi dengan cara menambahkan bahan baru
yang membedakan makanan ini dengan makanan sejenis yang ada sehingga tampilan
lebih menarik rasa lebih unggul dan kulitas sangat baik, sehingga konsumen
dapat mengenali dengan mudah produk yang dibuat

.f.Analisis SWOT sebagai Kelayakan UsahaYaitu sebagai acuan untuk menghadapi persaingan dalam bidang
usaha Setiap kegiatan untuk memulai usaha penulis harus mengukur kemampuan  terhadap lingkungan atau pesaing melalui
SWOT. Analisis SWOT merupakan  singkatan
dari analisis kekuatan (strengths), peluang (opportunities), kelemahan
(weaknesses) dan ancaman (threats). SWOT adalah suatu kajian terhadap
lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha makanan
internasional didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan
memaksimalkan kekuatan, dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.
Analisis ini didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Analisis
SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam
pengembangan usaha sebagai alat penyusun strategi. Analisis SWOT dapat menentukan
strategi pengembangan usaha dalam jangka panjang sehingga arah tujuan dapat
dicapai dengan jelas dan dapat dilakukan pengambilan keputusan secara cepat
usaha.

g.Proses Produksi Proses produksi meliputi alat dan bahan yang digunakan hingga
proses pembuatan dan penyajian.




Demikian Ringkasan Prakarya Kelas XI dari Saya semoga bermanfaat kaalo ingin copy paste jangan lupa cantumkan sumbernya ya..dan juga jangaan lupa kewajibann

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Cloud Terbaik | Cloud Simpan permanen dan Simpan Sementara

Buku Tematik Guru dan Siswa kelas 4 SD/MI Edisi Revisi 2016 Semester 1

Manga Boruto Chapter 01 Bahasa Indonesi veri aset